Film Kala

Pagi ini baca di edisi mingu Bisnis Indonesia (Topik, hal 5), temanya adalah "Memuaskan dahaga spiritual penonton" dengan bahasan film Ayat-ayat Cinta dan Film Kun Fa Yakun. Gw bukan mau membahas film AAC (dimana sekarang ini gw sedang berada di titik puncak kebosanan akan film ini) yang membuat gw tertarik adalah wawancara dengan produser Manoj Dhamoo Punjabi.

Meskipun gagal dengan film perdana bertajuk Kala (2007) garapan sutradara Joko Anwar, rumah produksi MD Entertaiment (Pictures), bukan berarti kapok berproduksi.
...
...
"Film Kala cocok bagi para kritisi dan sineas, tetapi kalau buat jualan rasanya nggak pas. Jadi wajar jeblok di pasar. Saya belajar dari sana, kalo bikin film harus komersial." kata Manoj kepada Bisnis.
"Saya nggak ingin rugi lagi. Secara jujur saya katakan, di balik bisnis yang harus didapat, saya juga harus mencari kepuasan batin."

Udah ada yang pernah nonton film Kala nggak? Film yang menurut produsernya membuat dia rugi itu, gw  udah, dan mengutip dari perkataan Manoj, gw mengklaim diri gw sebagai seorang kritisi atau sineas, hahaha. Gw suka bgt sama Film Kala!!!! Film horor yang di gabung ama sejarah (fiktif) indonesia, unik bgt!

Emang apa yang kurang dari film ini sih? dibanding film horor yang lain? Tapi kalo ga salah film ini juga menang dibeberapa festival film kan? kenapa si Manoj bilang dia rugi yah? Perhitungannya gimana sih?


5 komentar:

mp3lovers MP3Lover mengatakan...

so kamu makhluk putih yang merangkak dan ada diatas lemari di film KALA itu??? Aihhh

ferli jelantik mengatakan...

wah, sejak kapan saya putih, hahahaha

adjhie murwo mengatakan...

iya ya perr???..... sejak kapan??

ferli jelantik mengatakan...

sejak jadi bintang iklan sabun lux, hohoho

JOURNEY . mengatakan...

ckckckck sabun cuci..hahaha piss!

Posting Komentar

Pages

Followers

Diberdayakan oleh Blogger.